Acara Musrenbang dihadiri oleh Dinas PMD Kabupaten & Rombongan mewakili Bupati Tanah Datar, TA Pemberdayaan Kabupaten Tanah Datar, Camat Pariangan Abdurrahman Hadi M.Sc beserta unsur Forkopinca, Kepala UPT Se Kecamatan Pariangan,Pendamping Desa,Ketua BPRN Batu Basa Zul Amri. A dan anggota, Ketua Kerapatan Adat Nagari beserta anggota,Ketua Ketua Unsur dan Tokoh Masyarakat dinagari.
Musrenbang Nagari Batu Basa
Acara Musrenbang dihadiri oleh Dinas PMD Kabupaten & Rombongan mewakili Bupati Tanah Datar, TA Pemberdayaan Kabupaten Tanah Datar, Camat Pariangan Abdurrahman Hadi M.Sc beserta unsur Forkopinca, Kepala UPT Se Kecamatan Pariangan,Pendamping Desa,Ketua BPRN Batu Basa Zul Amri. A dan anggota, Ketua Kerapatan Adat Nagari beserta anggota,Ketua Ketua Unsur dan Tokoh Masyarakat dinagari.
Perantau Batu Basa Serahkan Satu Unit Ambulance Untuk Masyarakat
Selalu "Rami" Buru Alek Parak Laweh Batu Basa
Setelah dilaksanakan rapat bersama oleh Ketua bersama anggota PORBI Batu Basa, Pemuda, tokoh dan pemuka masyarakat maka disepakati bahwa pelaksanaan Buru Alek di Parak Laweh nagari Batu Basa pada hari Minggu tanggal 23 Agustus 2020.
Acara pembukaan yaitu dengan pengguntingan pita oleh Bapak Mahyeldi yang berlangsung meriah walaupun disela sela gerimis karena dari semalam memang turun hujan namun tidak mengurangi semangat dan partisipasi panitia dan tamu undangan yang hadir.
Seperti biasanya setiap dilaksanakan buru Alek dilokasi Parak Laweh yang berada di jorong Batu Basa, nagari Batu Basa maka selalu ramai dikunjungi, baik oleh pecandu buru setempat maupun penonton yang datang dari berbagai daerah khususnya Tanah Datar, bahkan ada yang datang dari luar Sumatera Barat, seperti Riau, Jambi, bengkulu dan lain lain. Ini adalah karena memang medan dan arena berburu di daerah ini sangat digemari oleh pecandu buru.
Para pecandu buru dapat dua pilihan atau dua opsi untuk ikut serta yaitu berburu langsung ke lokasi Parak Laweh atau dengan hanya buka anjing di tenda yang jaraknya dengan lokasi paburuan lebih kurang 2 km.
BPRN BATU BASA BUKA RAKOR
Dengan terjadi musibah nasional yaitu penyebaran pandemik covid19, Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat.
Corona
Sementara untuk pelajar diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan
Semoga cepat berlalu.
Musyawarah Nagari (Pra Musrenbang)
Alek Nagari "Pacu Jawi" di Koto Baru - Batu Basa
Setelah hampir dua puluh tahun lebih, tidak pernah lagi di adakan alek pacu Jawi di kenagarian Batu Basa, namun akhir akhir ini berkat kerjasama semua pihak dikenagarian Batu Basa yang didukung oleh Pemerintah Nagari, BPRN, KAN dan berbagai elemen , unsur dan tokoh masyarakat maka didapatlah kata sepakat untuk menyelenggarakan acara pacu Jawi di Sawah Maninggia, Jorong Koto Baru - Batu Basa. Ketua Persatuan Olah Raga Pacu Jawi (PORWI), Zaimul Arifin dengan sekretaris Doni serta Bendahara Zulfa Indra dan panitia pelaksana seperti Edwar St Kayo dan Sutan Pangulu bersama anggota yang lainnya bekerja extra keras agar suksesnya acara pacu jawi di kenagarian Batu Basa ini.
Acara ini juga dapat dukungan moril maupun materil dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar dan Camat Pariangan. Dalam kata sambutan singkatnya Bpk Zuldafri Darma selaku pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat mengapresiasi terselenggaranya acara ini, apalagi pemerintah Kabupaten Tanah Datar sedang giat giatnya menggalakkan parawisata dan budaya saat ini.
Selain Pacu Jawi juga dapat kita saksikan peragaan pencak silat, randai dan talempong.
Berikut linknya:
Pacu Jawi Hari 1
Pacu Jawi Hari 2
Pacu Jawi Hari 3
Pacu Jawi & Tragedi
ROMAWI IX IX
Teruslah Berkarya Anak Batu Basa
MUSYAWARAH NAGARI
Musyawarah nagari merupakan sebuah acara ditingkat nagari untuk menentukan prioritas yang akan di bangun dalam suatu nagari yang selanjutnya ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Batu Basa. Pembangunan tersebut meliputi beberapa bidang yaitu : bidang pemerintahan, bidang pembangunan fisik, bidang pemberdayaan dan bidang pembinaan.
PILWANA SERENTAK 2017

POTENSI NAGARI BATU BASA
TIKUS MERAJALELA
Untuk Musim Tanam 2014 hampir disemua lokasi disawah Batubasa terserang hama tikus , padahal sebahagian besar masyarakat Batubasa adalah petani yang mengandalkan padi sawah untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kita sering mendengar pameo bahwa tikus memang biasanya banyak dan berpesta pora disawah pada saat Pemilu. Tapi sekarang ? Walaupun Pemilu sudah lama usai namun 'Mancik' tetap merajalela . Bahkan dari pengamatan petani pola makan dari tikus kali ini berbeda dari biasanya. Karena biasanya hanya memakan sebahagian rumpun padi dalam setiap sawah tapi sekarang tikus memakan habis sampai tuntas rumpunan padi tersebut kemudian setelah itu baru berpindah ke rumpun padi berikutnya. Beberapa petani telah mencoba mengatasinya dengan salah satunya menggunakan TIRAN yaitu alat pemusnah tikus yang mengandung belerang. Penggunaannya dengan membakar ujungnya sehingga mengeluarkan asap yang banyak dan diarahkan kelobang tikus dengan terlebih dahulu kita menutup semua lobang alternatif lainnya.PERENCANAAN JALAN TEMBUS BATU BASA - BARULAK
CALEG BEREBUT SIMPATIK RAKYAT
![]() |
Beragam upaya dan usaha yang dilakukan para caleg bahkan terkadang bagaikan sebuah lelucon yang harus dilakoninya, betapa tidak misalnya yang biasanya tidak kenal sama sekali dengan masyarakat, sekarang datang dengan sok kenal dan sok dekat dengan masyarakat lalu tiba-tiba menjanjikan bermacam program dan bantuan ini dan itulah pokoknya asalkan bisa meraih simpatik masyarakat untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya tapi kapan realisasinya? Tentu apabila setelah Pemilu telah usai dan si"Caleg" telah kita hantarkan untuk duduk manis dikursi kehormatannya. Yang sering terjadi adalah janji tinggal janji sehingga kita tidak obahnya seperti pendorong mobil mogok dan yang punya mobil datang dengan muka manis beribu janji minta tolong kepada kita agar mau mengeluarkan mobilnya. Sebagai masyarakat yang baik kita berusaha untuk mendorongnya bersama-sama. tapi setelah mobilnya keluar dari kesulitan maka ia melaju tanpa menoleh lagi kebelakang. Kapan kita bertemu lagi ? Ya setelah masa jabatannya habis dan ingin kembali maju sebagai anggota caleg yaitu lima tahun mendatang..! Nah...
Ada caleg yang tidak segan-segan merogoh kantongnya sampai ratusan juta bahkan milyaran rupiah demi untuk mendapatkan kursi empuk diDPR-RI atau DPRD. Kita tentu juga pernah mendengar ada yang namanya serangan fajar yaitu prilaku membagikan sejumlah uang pada hari H sebelum datang ke TPS dengan maksud agar kita menjobls salahsatu partai atau caleg, walaupun kita belum tahu visi dan misi caleg tersebut. Saya dan keluarga di suatu daerah pernah didatangi oleh tim sukses salah satu caleg dengan datang menawarkan satu suara akan dibayar sejumlah uang yang saya pikir termasuk besar. Namun tawaran yang baik itu tentu bukanlah suatu yang baik untuk masa depan generasi dan bangsa ini karena berarti calon pemimpin tersebut telah berupaya mendidik sikap dan prilaku suap menyuap terus berkembang dinegeri yang kita cintai ini.
Kita juga yakin dan percaya apabila pengeluaran untuk menjadi caleg telah sedemikian besarnya maka apabila telah menjadi anggota legislatif nanti akan berusaha pula mati-matian untuk mengembalikan modalnya dengan cara apapun sehingga sasaran dan amanah yang diberikan oleh masyarakat yang diwakilinya tentu tidak akan tercapai. Semoga kita bisa berhati-hati menentukan pilihan kita..!




















